BREAKING NEWS

Sujahri Somar Tegaskan Arah Baru Kaderisasi GMNI lewat GMNI.AI: Demokratisasi Ide di Era Data dan Algoritma

Foto: Peluncuran REDLAB (Laboratorium Merah)—sebuah laboratorium Media Analytics dan Artificial Intelligence (AI) yang dirancang untuk memperkuat kaderisasi ideologis di era digital dalam momen Pengukuhan DPP GMNI/Sangfajarnews.


JAKARTA, SANGFAJARNEWS.COM — Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menegaskan reposisi strategis kaderisasi organisasi melalui peluncuran GMNI.AI, sebuah platform berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk memperluas akses pengetahuan dan memperkuat kapasitas intelektual kader di seluruh Indonesia. 

Penegasan ini disampaikan langsung oleh Sujahri Somar dalam pidato pengukuhan reposisi GMNI yang menekankan komitmen organisasi pada kemanusiaan, geopolitik berdaulat, dan kepemimpinan di tengah perubahan zaman.

Dalam pidatonya, Sujahri Somar menyampaikan bahwa GMNI tidak boleh terjebak dalam romantisme sejarah semata, tetapi harus mampu membaca dan mengelola realitas baru yang ditandai oleh dominasi data, algoritma, dan arus informasi digital. 

Menurutnya, GMNI.AI merupakan wujud konkret dari upaya menjadikan teknologi sebagai alat pembebasan, bukan instrumen dominasi.

“GMNI.AI adalah pernyataan sikap. Bahwa kecerdasan buatan tidak boleh dimonopoli oleh segelintir elit global, tetapi harus menjadi alat demokratisasi ide bagi seluruh kader GMNI, dari Sabang sampai Merauke,” tegas Sujahri Somar.

GMNI.AI dikembangkan sebagai sarana pembelajaran dan pendamping intelektual kader, bukan untuk menggantikan proses berpikir kritis. 

Platform ini memungkinkan kader mengakses pengetahuan organisasi, ideologi, analisis sosial-politik, hingga isu-isu kebangsaan secara setara, sekaligus memperkuat tradisi berpikir rasional dan berbasis data di tubuh GMNI.

Peluncuran GMNI.AI menjadi bagian dari ekosistem yang lebih luas melalui pendirian Laboratorium Merah (REDLAB), yang berfokus pada media analytics dan artificial intelligence. 

Dari REDLAB pula lahir Buletin Zaken, sebuah produk analisis yang membedah isu publik dan percakapan media secara kritis untuk membantu kader memahami realitas sosial secara lebih jernih dan bertanggung jawab.

Selain itu, GMNI juga memperkuat fondasi kaderisasi melalui pembentukan Yayasan Pengkaderan SDM GMNI, yang berfungsi sebagai lembaga pengelola berkelanjutan untuk peningkatan kualitas kader. 

Yayasan ini menjadi motor pengembangan kurikulum, metode kaderisasi, serta pelopor penyusunan modul ajar PPAB yang menekankan kemampuan berpikir, kepekaan sosial, dan pengujian teori dalam kenyataan.

Dalam konteks yang lebih luas, Sujahri Somar menegaskan bahwa langkah-langkah ini sejalan dengan spirit Marhaenisme dan ajaran Bung Karno—yakni keberanian membaca zaman, kemandirian dalam berpikir, serta keberpihakan pada kemanusiaan. 

GMNI, menurutnya, harus hadir bukan hanya sebagai organisasi yang bersuara, tetapi sebagai organisasi yang mampu memimpin arah perubahan.

“Reposisi GMNI hari ini bukan sekadar bicara soal ideologi. Kita ingin memastikan kader GMNI tidak hanya tahu harus berpihak ke siapa, tetapi juga tahu bagaimana cara memperjuangkannya dengan cara yang cerdas, beretika, dan bermartabat,” ujar Sujahri.

Melalui GMNI.AI dan ekosistem kaderisasi yang dibangun, GMNI meneguhkan diri sebagai organisasi kader yang adaptif, berdaulat secara ideologis, dan siap menghadapi tantangan zaman—tanpa kehilangan akar kemanusiaan dan komitmen pada perjuangan rakyat.***

Laporan : Redaksi.
Editor      : Redaksi.
Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar