BREAKING NEWS

DPP GMNI Kepemimpinan Sujahri Somar – Amir Mahfut Membawa Konflik Perpecahan di Kota Medan

Foto: Bung dan Sarinah GMNI Medan (Dokpri)/Sangfajarnews.


Oleh: Paskawan Gultom, Ketua DPC GMNI Medan.


SANGFAJARNEWS.COM - Gerakan Mahasiswa Nasiona Indonesia (GMNI) adalah organisasi kader sekaligus organisasi massa yang dilahirkan dalam membangun potensi intlektual dengan metode perjuangan yang di kenal Marhaenisme. Sehingga lingkungan GMNI adalah orang-orang yang berjuang atau insan Mahasiswa Pejuang. Tentu yang dimaksud dengan orang-orang yang berjuang atau mahasiswa pejuang disitu adalah mereka yang berjuang atas dasar Ajaran Soekarno. 


Berdasarkan Kongres XXII GMNI di Bandung menghasilkan Dua Kepemimpinan yakni Risyad Falefi-Patra Dewa dan Sujahri Somar-Amir Mahfut. Namun pada proses kongres XXI GMNI di Bandung sempat menuai kritik atas persoalan GMNI yang dilakukan Badan Kerja Cabang (Bakercab) GMNI Cabang Bandung.


Sehingga pada saat selesai proses kongres Sujahri Somar dengan slogan “Menyulam Persatuan” bertemu dengan Pimpinan-Pimpinan Organisasi di Badan Kerja Cabang (Bakercab) GMNI Cabang Bandung yang kami percayakan sebagai kawan juang sekaligus sebagai poros gerakan di lingkungan Jawa. 


Pada pertemuan itu Sujahri Somar menawarkan konsepsi “Menyulam Persatuan” dengan dimulainya dengan Gerakan Grass Root. Dengan demikian atas koordinasi Bakercab GMNI Cabang Bandung dan Bakercab GMNI Cabang Medan sepakat untuk melakukan konfercab GMNI Cabang Medan dengan Thema “Mempertegas Menyulam Persatuan Dalam Mewujudkan Cita-Cita Sosialisme Indonesia.” yang dilaksanakan di Sekretariat GMNI Cabang Medan (Jln Kejaksaan No. 06) pada tanggal 13 Agustus 2025.


Dalam proses tersebut itu sudah mengajak seruan penyulaman persatuan kepada Surya Nasution. Namun dengan hasrat kekuasaan Surya Nasution lebih memilih untuk berjalan dengan gaya yang disukai tuannya.


Kemudian, Sujahri Somar lebih memilih Surya Nasution (Pengurus DPP), Damses (Ketua) dan Diga Pinem (Sekretaris) dibandingkan dengan apa yang sudah disepakati bersama Pimpinan-Pimpinan Bakercab GMNI Cabang Bandung pada saat setelah Kongres XXII GMNI.


Dengan kehadiran Sujari Somar pada saat pelantikan yang akan digelar pada 20 Februari 2026 merupakan penghianatan terhadap kesepakatan yang sudah dihasilkan.


Maka dari itu, berdasarkan atas keterangan singkat yang bijaksana dan semangat dalam Konfercab GMNI Cabang Medan yakni “Mempertegas Menyulam Persatuan Dalam Mewujudkan Cita Sosialisme Indonesia” dengan secara sadar menyatakan sikap bahwa DPP GMNI Sujari Somar-Amir Mahmud adalah orang busuk secara moral dan menyebab perpecahan organisasi GMNI di ruang lingkup Medan lebih meruncing.


Sehingga kami DPC GMNI Medan juga mempertegas atas kebusukan moral Sujari Somar – Amir Mahmud dengan menyatakan mempertanggung jawabkan secara ideologi dan politik atas kampanye kosong yang dibangunnya dalam “Menyulam Persatuan” terhadap kesepakatan-kesepatan yang telah dibangun pada saat setalah kongres XXII GMNI di Bandung.


“Cita-cita persatuan Indonesia itu bukan omong kosong, tetapi benar-benar didukung oleh kekuatan-kekuatan yang timbul pada akar sejarah bangsa kita sendiri.” -Ir Soekarno.***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar