Era Kepemimpinan Bahlil Lahadalia, GMI: Golkar Tetap Bertahan Pasca-Reformasi dan Konsolidasi Organisasi Jadi Kunci
![]() |
| Foto: Kemas Fadli Safari, Salah satu Penggerak Golkar Marhaen Indonesia (GMI) (Dokpri)/Sangfajarnews. |
JAKARTA, SANGFAJARNEWS.COM – Golkar Marhaen Indonesia.(GMI) menegaskan bahwa lebih dari dua dekade pasca-Reformasi 1998, Partai Golkar tetap menjadi anomali sekaligus konstanta dalam politik Indonesia.
Di tengah banyaknya partai politik yang lahir dan tenggelam oleh perubahan zaman, Golkar justru konsisten bertahan sebagai kekuatan elektoral utama, tak pernah keluar dari tiga besar nasional.
"Sejarah panjang ini menunjukkan bahwa ketahanan Partai Golkar bukanlah hasil kerja satu figur atau satu generasi semata, melainkan buah dari kesinambungan kepemimpinan serta kedewasaan organisasi dalam membaca dinamika politik nasional," ujar Kemas Fadli Safari, salah penggerak Golkar Marhaen Indonesia dalam merefleksi perjalanan Partai Golkar, Minggu (18/1/2026).
Pemilu 1999 menjadi ujian eksistensial terberat bagi Golkar. Dalam posisi terlemah pasca-Orde Baru, Partai Golkar di bawah kepemimpinan Akbar Tanjung tetap mampu meraih 22,46 persen suara dan mengamankan 120 kursi DPR RI. Partai tidak runtuh bersama rezim, melainkan bertransformasi dan menyesuaikan diri dengan iklim demokrasi baru.
Puncak capaian elektoral terjadi pada Pemilu 2004. Golkar keluar sebagai pemenang pemilu legislatif dengan perolehan 21,58 persen suara dan 128 kursi DPR RI, sebuah prestasi yang hingga kini belum terulang.
“Fakta ini menegaskan bahwa kepemimpinan yang efektif selalu berjalan beriringan dengan konsolidasi organisasi dan penghormatan terhadap pengalaman historis partai,” sambung Kemas Fadli Safari.
Fase-fase berikutnya memberikan pelajaran penting. Pada era kepemimpinan Jusuf Kalla, meski Golkar berada di pusat kekuasaan nasional, perolehan suara justru mengalami penurunan pada Pemilu 2009. Kondisi serupa terjadi pada masa Aburizal Bakrie dan Agung Laksono, di mana Golkar mampu bertahan, namun mengalami stagnasi elektoral.
Data tersebut menunjukkan bahwa kedekatan dengan kekuasaan tidak otomatis berbanding lurus dengan kepercayaan pemilih. Faktor penentu tetap terletak pada soliditas struktur, disiplin organisasi, serta kepemimpinan yang mampu merangkul seluruh spektrum internal partai.
Pemilu 2019 dan 2024 di bawah kepemimpinan Airlangga Hartarto menjadi fase konsolidasi jangka panjang. Meski sempat menyentuh titik terendah pasca-Reformasi, Golkar berhasil melakukan rebound signifikan pada Pemilu 2024 dengan perolehan sekitar 15,29 persen suara dan lebih dari 100 kursi DPR RI, kembali menempati peringkat kedua secara nasional.
“Ini menegaskan prinsip klasik dalam politik bahwa partai besar dibangun oleh kesabaran organisasi, bukan oleh euforia sesaat,” lanjut Kemas Fadli Safari.
Memasuki era kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, Golkar dihadapkan pada tantangan strategis baru, yakni menjaga stabilitas internal sekaligus memperkuat kaderisasi lintas generasi.
"Dalam konteks ini, peran kader ideologis menjadi krusial, di mana senior menjaga memori, etika, dan disiplin organisasi, sementara kader muda membawa energi serta keberanian membaca perubahan zaman. Ketika keduanya bersatu, yang lahir adalah kader-kader tangguh,” tegas Kemas Fadli Safari.
Sebagai bagian dari penguatan basis ideologis dan akar rumput, Golkar Marhaen Indonesia (GMI) hadir sebagai wadah baru di dalam Partai Golkar untuk merangkul elemen kaum Marhaenis serta kelompok nasionalis-Sukarnois.
GMI menyasar penguatan dukungan dari kelompok petani, buruh, dan nelayan sebagai basis sosial strategis partai.
"Ke depan, diproyeksikan akan semakin banyak elemen masyarakat yang bergabung ke dalam Partai Golkar guna mendukung dan menyukseskan program-program pemerintahan Prabowo–Gibran melalui keterlibatan aktif dalam partai berlambang pohon beringin yang dipimpin Ketua Umum Bahlil Lahadalia," pungkas Kemas Fadli Safari.***
Editor : Adhaar.

- Dilarang promosi suatu barang
- Dilarang jika memasang link aktif di komentar
- Dilarang keras promosi iklan yang berbau judi, pornografi dan kekerasan
- Dilarang menulis komentar yang berisi sara atau cemuhan
Kebijakan komentar yang bisa Anda temukan selengkapnya disini
Dukungan :
Jika menyukai dengan artikel blog kami, silahkan subscribe blog ini