BREAKING NEWS

Peran Penting Guru dalam Menghadapi AI

Foto: Ilustrasi AI (Sumber 


Oleh: Stevi Tiranda, Mahasiswa Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan FKIP Universitas Mulawarman.

SANGFAJARNEWS.COM - Pendidikan di era AI menghadirkan tantangan sekaligus peluang besar. Di sisi lain, kehadiran AI bisa menjadi ancaman jika kita gagal menyesuaikan metode pembelajaran dan kurikulum agar relevan dengan kebutuhan masa depan, karena AI berpotensi menggantikan peran manusia dalam beberapa bidang. 

Namun, AI juga membuka kesempatan baru untuk meningkatkan kualitas pendidikan, seperti mengatur pembelajaran sesuai kemampuan siswa, akses informasi yang luas, serta pengembangan keterampilan digital yang sangat dibutuhkan. 

Dengan pendekatan yang tepat, AI bukan hanya menjadi ancaman bagi pendidikan, tapi justru menjadi alat yang memperkuat peran pendidik sekaligus mendorong kemajuan pendidikan secara menyeluruh.

Pada tahun 2025, pendidikan di Indonesia memasuki era transformasi digital yang ditandai dengan hadirnya AI sebagai bagian integral dalam sistem belajar mengajar. Data menunjukkan bahwa AI tidak hanya menjadi alat tambahan, melainkan sudah mengubah cara guru, siswa, dan sekolah beroperasi sehari-hari.

Masalah utama pendidikan di era AI adalah ketimpangan akses teknologi dan kesiapan sumber daya manusia yang belum merata. Banyak sekolah dan guru belum memiliki fasilitas atau pengetahuan yang memadai untuk mengintegrasikan AI dalam proses belajar mengajar, sehingga potensi AI sebagai alat bantu pendidikan belum optimal. 

Ketidaksiapan ini menimbulkan ancaman jika tidak segera diatasi, namun sekaligus membuka peluang untuk memperbaiki sistem pendidikan melalui pelatihan guru, penyediaan infrastruktur, dan pengembangan kurikulum yang adaptif terhadap kemajuan teknologi.

Banyak tantangan yang muncul dalam pendidikan di era AI, tidak semua sekolah dan guru punya fasilitas atau pengetahuan cukup untuk memanfaatkan AI dalam belajar, sehingga kadang malah jadi hambatan daripada membantu. Selain itu, ada kekhawatiran kalau AI nantinya menggantikan peran guru, membuat suasana belajar jadi kurang personal dan hangat. 

Ketidakpastian ini membuat banyak orang merasa cemas, padahal jika kita mau belajar bersama dan menyiapkan diri dengan baik, AI sebenarnya bisa jadi teman yang membantu belajar jadi lebih seru dan efektif. 

Peran guru di era AI menjadi sangat penting sebagai penggerak utama dalam mengintegrasikan teknologi ke dalam proses belajar mengajar. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang membantu siswa memahami informasi dengan cara yang lebih personal dan kreatif dengan berdiskusi dengan peserta didik agar membuka pemikiran kritis mereka. 

Contoh konkret yang bisa diterapkan di sekolah adalah pelatihan rutin bagi guru tentang penggunaan AI dalam kelas, seperti memanfaatkan aplikasi pembantu pembelajaran yang bisa menyesuaikan materi sesuai kemampuan tiap siswa. 

Sekolah juga bisa mengadakan workshop untuk mengembangkan keterampilan digital guru dan menyediakan perangkat teknologi yang memadai agar guru lebih mudah mengakses dan mengelola konten AI. 

Dengan peran aktif guru, penggunaan AI tidak hanya sebagai alat bantu, tetapi sebagai sarana untuk membangun interaksi yang lebih bermakna antara guru dan murid, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan menyenangkan.

Sebagai Mahasiswa PPKn FKIP Universitas Mulawarman, hal ini sebagai kesempatan baru dalam pendidikan, bukan ancaman. Hal ini karena dengan peran guru yang aktif dan siap beradaptasi, AI bisa menjadi alat yang memperkaya proses belajar dan membantu menyajikan materi dengan cara yang lebih personal dan menarik, serta mendorong pengembangan keterampilan digital siswa. 

Ancaman muncul hanya jika kita tidak mempersiapkan guru dan sistem pendidikan untuk mengintegrasikan teknologi ini dengan bijak. Jadi, AI sebenarnya membuka peluang besar untuk membuat pendidikan lebih efektif dan relevan di masa depan.

Guru yang terlatih dan paham teknologi dapat menggunakan AI bukan sebagai pengganti, melainkan sebagai alat bantu untuk memperkaya interaksi dan meningkatkan pemahaman siswa. 

Di sisi lain, jika sistem pendidikan dan para pendidik tidak siap menerima perubahan ini, ada risiko AI justru membuat proses belajar menjadi kurang manusiawi dan terlalu tergantung pada mesin, yang tentu menjadi sebuah ancaman. 

Oleh karena itu, kunci utama agar AI dapat menjadi kesempatan adalah dengan memberikan pelatihan yang cukup kepada guru, menyediakan infrastruktur yang memadai, serta mengembangkan kurikulum yang adaptif dan seimbang antara teknologi dan sentuhan manusia. 

Dengan langkah-langkah ini, AI tidak hanya meningkatkan efisiensi dan kualitas pendidikan, tetapi juga mengembangkan kreativitas dan kemampuan berpikir kritis siswa yang sangat penting di masa depan.***

Berita Terbaru
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
  • Skeleton Image
Posting Komentar