KOP Indonesia Kritik Keras Banyaknya Kasus Mafia Tanah, Tegaskan Negara Sedang Tidak Baik-Baik Saja
| Foto: Raden Saleanto, Ketua Koalisi Pemuda Indonesia (Ist)/Sangfajarnews. |
JAKARTA, SANGFAJARNEWS.COM — Koalisi Pemuda (KOP) Indonesia menilai situasi kebangsaan saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan karena merajalelahnya kasus mafia tanah di Indonesia.
Ketua Umum KOP Indonesia, Raden Salianto, secara tegas menyatakan bahwa Indonesia “sedang tidak baik-baik saja” akibat memburuknya konflik pertanahan serta menguatnya dominasi kelompok-kelompok mafia yang disebut telah merasuk ke berbagai sektor kehidupan rakyat.
Menurut Salianto, maraknya praktik-praktik mafia yang menguasai sumber daya, bisnis strategis, hingga sektor agraria, merupakan ancaman serius bagi kestabilan sosial dan masa depan demokrasi. Ia menyebut bahwa kondisi tersebut bukan hanya merugikan ekonomi rakyat, tetapi juga merusak rasa keadilan publik.
“Negara sedang dihadapkan pada situasi di mana kelompok-kelompok mafia bergerak masif ingin menguasai sektor-sektor vital. Ini bukan lagi isu sektoral, tapi ancaman struktural yang dapat mengguncang stabilitas sosial,” tegasnya.
Soroti Kasus Pertanahan yang Mencuat di Publik
Salianto menyoroti maraknya mafia tanah yang diduga merampas lahan rakyat secara sistematis—baik di sektor pertambangan, perkebunan, maupun wilayah perkotaan yang bernilai bisnis tinggi. Ia menilai bahwa praktik seperti ini merupakan bentuk “penjajahan gaya baru” yang tidak boleh dibiarkan.
Sejumlah polemik pertanahan yang kini mencuat, menurutnya, menggambarkan betapa lemahnya perlindungan negara atas hak-hak rakyat.
Ia menyebut kasus sengketa lahan Tapak Kuda di Sulawesi Tenggara yang melibatkan Kooperson dan ahli waris Eks-PGSD versus Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, hingga polemik yang menyeret nama mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla berhadapan dengan Lippo Group.
“Jika tokoh nasional sekaliber mantan Wakil Presiden saja bisa berhadapan dengan kekuatan oligarki, bagaimana dengan rakyat kecil di berbagai daerah? Ini sudah menunjukkan ada persoalan besar dalam tata kelola pertanahan kita,” tegas Don.
Desak Presiden Turun Tangan
Melihat eskalasi masalah, Salianto meminta Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mengambil langkah cepat dan nyata.
Ia menilai pemerintah pusat tidak boleh membiarkan konflik-konflik pertanahan berlarut-larut, karena implikasinya dapat menciptakan ketidakpercayaan publik dan potensi gejolak yang lebih besar.
“Kami meminta Presiden Prabowo mengatensi persoalan seperti ini secara langsung. Rakyat membutuhkan kehadiran negara yang kuat, tegas, dan berpihak pada keadilan. Kami yakin beliau memiliki keberanian dan komitmen itu,” ujarnya.
Koalisi Pemuda Indonesia Siap Menghadapi Mafia
Salianto menegaskan bahwa Koalisi Pemuda Indonesia siap berada di garis depan untuk melawan segala bentuk kejahatan yang merugikan rakyat.
Ia menyatakan bahwa KOP Indonesia tidak akan membiarkan negara diambil alih oleh kelompok mafia maupun oligarki yang hanya mengejar keuntungan pribadi.
“Kami tidak akan tinggal diam. Negara ini harus kembali pada cita-cita para pendiri bangsa—di mana keadilan, keberpihakan kepada rakyat, dan kedaulatan atas tanah air adalah prinsip tertinggi,” ucapnya.
Ia menutup pernyataannya dengan kutipan yang menggugah: “Penjajahan di atas muka bumi harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan".
Editor : Adhar.
- Dilarang promosi suatu barang
- Dilarang jika memasang link aktif di komentar
- Dilarang keras promosi iklan yang berbau judi, pornografi dan kekerasan
- Dilarang menulis komentar yang berisi sara atau cemuhan
Kebijakan komentar yang bisa Anda temukan selengkapnya disini
Dukungan :
Jika menyukai dengan artikel blog kami, silahkan subscribe blog ini