GMNI Halbar Menolak Perdamaian dengan Bupati Halut, Proses Hukum harus dijalankan

Foto Ketua DPC GMNI Halbar, Rifaldo Tolly/SangFajarNews (PT. Pena Data Media).


Halbar Malut, SangFajarNews.Com - Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Halmahera Barat (Halbar) menyatakan sikap menolak perdamaian antara GMNI  dan Bupati Halut atas proses hukum tindakan dugaan ancaman pembunuhan.


Hal ini disampaikan Rifaldo Tolly, Ketua DPC GMNI Halbar dalam konferensi persnya kepada PT. Pena Data Media. Ia melayangkan kecaman sebagai bentuk penolakan perdamaian yang akan dilakukan GMNI Halut terhadap Bupati Halut atas dugaan tidakan ancaman pembunuhan.


"Kami mengecam atas tindakan yang dilakukan Bupati Halut saat aksi demontrasi GMNI Halut pada tanggal 22 Februari 2023 didepan Kantor Bupati atas ucapannya yang tidak seharusnya dengan mengumbar kata-kata ancaman yaitu bunuh, apalgi mengatakan bibit tidak baik karena yang melakukan aksi adalah kader GMNI," ujarnya, Sabtu (4/3/2023).


DPC GMNI Halbar menekankan upaya mendorong langkah-langkah hukum yang ditempuh oleh GMNI Halut agar Marwah Organisasi GMNI tetap terjaga dan tidak dilecehkan lagi. Ini guna menolak adanya upaya perdamaian antara GMNI dan Bupati Halut.


"Jika Bupati Kesal atas sikap masa aksi dengan mematikan mic karena diangap tidak sopan seharusnya ditegur dan biarlah itu menjadi sanksi sosial atas sopan santun mereka bukan sebaliknya mengeluarkan kalimat yang mengarah pada pengancaman. Untuk itu, kami berupaya agar GMNI Halut tetap mendorong langkah langkah hukum dan menolak perdamaian demi menjaga marwah organisasi GMNI," sambungnya.


Dari peristiwa tersebut, ia juga meminta Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Pengurus Alumi (PA) GMNI, katanya, ini sudah menyangkut marwah organisasi GMNI, maka ia merasa terusik karena GMNI juga telah banyak melahirkan tokoh-tokoh yang telah berjasa membangun negara baik ditingkat pusat maupun daerah yang tetap semangat menjaga Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan Keutuhan NKRI.


"GMNI sudah berdiri sejak 23 Maret 1954 berkontribusi di Republik ini, artinya bahwa GMNI sudah banyak memberikan yang terbaik untuk Republik ini. Melahirkan beberapa alumni yang menduduki dijabatan strategis dan karena Bupati Halut telah menistakan kita secara umum, maka kami mohon kepada DPP Persatuan Alumni GMNI untuk mengambil sikap. Ini harus diberi pelajaran," tandasnya.***


Laporan : Redaksi. 
Editor     : Adhar.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url