Puan: Vaksin Gotong Royong Individu Tidak Boleh Kurangi Hak Rakyat Peroleh Vaksin Gratis

Iklan

no-style

Puan: Vaksin Gotong Royong Individu Tidak Boleh Kurangi Hak Rakyat Peroleh Vaksin Gratis

Rabu, 14 Juli 2021, 4:50:00 PM WIB Last Updated 2021-07-14T09:56:39Z

 

Foto : Puan Maharani saat mengunjungi Posko Vaksinasi/Sangfajarnews.com


Jakarta, Sangfajarnews.com
- Ketua DPR-RI Puan Maharani mengatakan Vaksin Gotong Royong (VGR) untuk individu harus mencerminkan  semangat bersama seluruh elemen bangsa untuk mempercepat program vaksinasi pemerintah dengan memperluas akses bagi seluruh lapisan masyarakat yang belum terjangkau. 


“Semakin cepat program vaksinasi yang dibantu oleh seluruh elemen bangsa, semakin cepat bangsa ini mencapai herd immunity dan keluar dari pandemi,” kata Puan di Jakarta, Rabu (14/7/2021).


“Mereka yang berlebih, membantu mereka yang kekurangan agar cepat divaksin. Itulah esensi gotong royong dalam Vaksin Gotong Royong ini,” ujar Puan.


Hanya saja, Puan mengingatkan, VGR untuk individu ini tidak boleh menghilangkan hak warga untuk mendapatkan vaksin gratis oleh negara. Sebab, vaksin gratis adalah hak dasar warga atas pemenuhan kesehatan dalam kondisi pandemi saat ini. 


“Vaksin gratis adalah hak dasar seluruh warga. Hak itu tidak boleh dihilangkan, bahkan dikurangi sedikit pun dengan adanya Vaksin Gotong Royong ini,” tegas Puan.


Mantan Menko PMK ini juga mengatakan, pemerintah harus membuat aturan main yang jelas tentang VGR individu dan dengan cepat menyosialisasikannya secara luas kepada masyarakat. Termasuk sosialisasi bahwa VGR tidak menggunakan dana APBN atau vaksin hibah.


“Harus disampaikan terus menerus bahwa Vaksin Gotong Royong ini bukan pakai APBN, bukan pakai uang rakyat, dan bukan hasil hibah dari manapun. Sehingga tidak ada lagi tudingan-tudingan bahwa negara ‘berbisnis’ di tengah penderitaan rakyat,” kata Puan.


Bukan hanya soal vaksinnya, lanjut Puan, pemerintah juga memastikan bahwa fasilitas dan tenaga kesehatan yang melayani VGR ini sama sekali tidak menggunakan sumber-sumber pendanaan negara dan hibah.


“Jadi harus dipastikan bahwa faskes dan nakes vaksin yang berbayar ini terpisah sama sekali pengelolaannya dengan vaksin gratis. Harus dijelaskan dua jenis program vaksinasi ini beda kamar. Tidak saling terhubung sama sekali,” ujar alumnus Universitas Indonesia ini.


“Kalaupun terhubung, Vaksin Gotong Royong dan vaksin gratis hanya terhubung oleh ikhtiar dan semangat bersama untuk mempercepat proses vaksinasi agar kita semua cepat keluar dari masa-masa sulit ini,” imbuhya.**


Laporan : Redaksi.
Editor     : Adhar.
Komentar

Tampilkan

  • Puan: Vaksin Gotong Royong Individu Tidak Boleh Kurangi Hak Rakyat Peroleh Vaksin Gratis
  • 0

Terkini